JAYAPURA,PAPUA | SUARACYCLOPS.COM – Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Papua terus diperkuat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat komitmen pembiayaan UMKM mencapai Rp4,1 miliar sepanjang 2026 melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan.
Komitmen tersebut berasal dari dua kegiatan, yakni Festival Kopi Papua 2026 sebesar Rp2,4 miliar dan Festival Cenderawasih 2026 sebesar Rp1,7 miliar.
Upaya ini dilakukan agar semakin banyak pelaku UMKM di Papua mendapatkan akses modal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produksi, serta memperluas pasar.
Penguatan pembiayaan UMKM juga menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah pada 15 Oktober 2026, yang merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan untuk memperluas akses pembiayaan bagi sektor usaha produktif.
Pembiayaan syariah komersial yang dipadukan dengan dukungan sosial, seperti zakat dan wakaf, dinilai dapat membantu pelaku usaha yang belum memenuhi persyaratan pembiayaan perbankan.
25 UMKM Papua Sudah Mendapat Pembiayaan
Selain memfasilitasi pertemuan dengan perbankan, BI Papua juga memanfaatkan platform Database Profil UMKM Potensial Dibiayai (BISAID). Platform ini menjadi penghubung antara pelaku UMKM yang membutuhkan modal dan lembaga perbankan yang dapat memberikan pembiayaan.
Pada 2026, terdapat 108 UMKM Papua yang terdaftar sebagai usaha potensial untuk memperoleh pembiayaan melalui platform tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 25 UMKM telah berhasil mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan.
Capaian ini menunjukkan adanya peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan bisnis melalui dukungan lembaga keuangan.
Namun, pelaku UMKM juga perlu menyiapkan administrasi usaha dan pencatatan keuangan yang baik agar lebih mudah memenuhi persyaratan pembiayaan.
Pelatihan Keuangan dan Pembayaran Digital
Untuk membantu pelaku usaha mengelola bisnisnya, BI Papua telah mengadakan pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SiAPIK) sebanyak tiga kali sepanjang 2026.
Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM dibantu agar mampu mencatat pemasukan, pengeluaran, dan menyusun laporan keuangan secara lebih teratur.
Pencatatan keuangan yang baik penting karena dapat membantu pemilik usaha mengetahui kondisi bisnisnya sekaligus meningkatkan kesiapan untuk mengajukan pembiayaan kepada bank.
BI Papua juga mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yaitu sistem pembayaran digital menggunakan kode QR. Penggunaan QRIS diharapkan membantu transaksi menjadi lebih praktis sekaligus mendukung pencatatan transaksi usaha.
Mendorong UMKM Papua Lebih Berkembang
Rangkaian program tersebut diarahkan untuk mendorong UMKM Papua agar semakin berkembang, mampu memanfaatkan teknologi digital, dan memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan.
Ke depan, BI Papua akan terus memperluas kerja sama dengan lembaga keuangan, termasuk perbankan syariah, serta meningkatkan jumlah UMKM yang siap memperoleh pembiayaan.
Dukungan pemerintah daerah, perbankan, dan partisipasi aktif pelaku usaha menjadi bagian penting agar program tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Papua.
Dengan akses modal yang lebih terbuka, pengelolaan keuangan yang tertata, dan pemanfaatan pembayaran digital, UMKM di Papua diharapkan dapat memperbesar skala usaha, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (DanTop)
0 Komentar