SENTANI, JAYAPURA | SUARACYCLOPS.COM – Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yoku, secara resmi membuka kegiatan Lomba Lintas Alam di wilayah adat Kampung Sereh, Sabtu (31 Oktober 2026). Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi anak muda, untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan menjaga sumber-sumber air sebagai bagian penting dari kehidupan.
Mengawali sambutannya, Haris R. Yoku mengenang kondisi sungai di wilayah tersebut sekitar 30 hingga 35 tahun lalu. Menurutnya, dahulu air sungai masih sangat jernih, bersih, dan dapat langsung diminum oleh masyarakat.
Ia menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika masyarakat masih bisa menikmati air sungai secara langsung, bahkan saat beraktivitas di sekitar sungai, mereka tidak perlu khawatir terhadap kualitas air.
“Sekitar 30 sampai 35 tahun yang lalu, sepanjang sungai ini airnya masih jernih. Kalau kita berada di pinggir sungai, kita bisa melihat betapa bersihnya air saat itu. Bahkan, ketika kita bermain atau membakar singkong di pinggir sungai, kita bisa langsung mengambil air untuk diminum karena airnya masih segar,” kenangnya.
Namun, kondisi tersebut menurutnya kini telah mengalami perubahan. Sungai yang dahulu menjadi sumber air bersih bagi masyarakat mulai menghadapi ancaman pencemaran akibat perilaku manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.
Ia menyoroti kebiasaan membuang sampah ke sungai serta berbagai aktivitas yang dapat merusak kualitas air. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran dan bencana alam yang dapat membahayakan masyarakat, termasuk generasi mendatang.
“Sekarang kita tidak bisa lagi melakukan hal yang sama seperti dahulu. Mengapa? Karena banyak orang membuang sampah ke sungai dan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan. Akibatnya, sungai kita tercemar. Ini menjadi persoalan serius karena dampaknya juga bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar di sekitaran danau Sentani dan juga generasi kita ke depan,” ungkapnya.
Beliau juga mengatakan bahwa pada tahun 2045 Program Presiden menuju Indonesia emas. "Tapi emas kita tidak bisa minum, kita minum air", Ungkapnya dengan nada tegas.
Ia juga berharap agar seluruh peserta dapat keluar dari Obhe Imeamfa (Rumah Adat) dalam keadaan baik dan kembali lagi ke Obhe dengan selamat.
Apa yang kalian lihat di dalam hutan Pegunungan Cycloop, apa yang kalian temukan, dan pengalaman apa yang kalian rasakan selama perjalanan, biarlah semuanya menjadi sebuah cerita yang dituangkan melalui tulisan oleh teman-teman peserta.
Sesuai dengan tema “Satu Langkah, Sejuta Cerita”, tuliskan dan ceritakan pengalaman itu kepada dunia. Biarkan dunia tahu bahwa Pegunungan Cycloop bukan sekadar bentang alam, tetapi sumber kehidupan, warisan alam dan identitas yang harus dijaga bersama.
Mengajak Semua Pihak Terlibat Menjaga Lingkungan
Lebih lanjut, Haris Yoku menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI, WWF, komunitas lingkungan, masyarakat adat, dan generasi muda.
Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menginisiasi kegiatan Lomba Lintas Alam di Kampung Sereh. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memiliki nilai edukasi yang penting bagi para anak-anak muda.
Ia berharap kegiatan lintas alam tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini saja, tetapi dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya dengan persiapan, koordinasi, dan keterlibatan peserta yang semakin luas.
“Saya berterima kasih kepada panitia yang sudah melaksanakan kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung tahun ini saja, tetapi terus berlanjut dan memberikan edukasi kepada masyarakat kota dan kabupaten di Jayapura. Tahun depan harus dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan lebih baik lagi,” pesannya.
Ia juga berharap jumlah peserta yang pada pelaksanaan kali ini tercatat sebanyak 45 peserta dapat terus meningkat pada penyelenggaraan berikutnya. Dengan demikian, semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan untuk mengenal lingkungan, melihat kondisi alam secara langsung, dan memahami pentingnya menjaga kawasan hutan serta sumber air di cagar Cycloop .
Menjaga Alam Hari Ini untuk Generasi Mendatang
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Jayapura mengingatkan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam agar anak kita tetap dapat menikmati lingkungan, hutan dan sumber air yang bersih.
Menurutnya, apa yang dinikmati masyarakat hari ini merupakan bagian dari warisan alam yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan Lomba Lintas Alam bukan sekedar aktivitas biasa atau ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran yang sangat bagus bagi generasi muda untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan kota dan kabupaten Jayapura. (DanTop)
0 Komentar