JAYAPURA,PAPUA | SUARACYCLOPS.COM — Dugaan aktivitas perjudian sabung ayam di kawasan Kilo 9, Kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Kota Jayapura, menjadi perhatian. Aktivitas tersebut disebut berlangsung setiap hari, dengan pungutan masuk sebesar Rp50 ribu per orang dan dugaan perputaran uang taruhan yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi tersebut disampaikan seorang saksi berinisial BL yang mengaku mengetahui aktivitas di lokasi tersebut. Namun, informasi mengenai frekuensi kegiatan, jumlah pengunjung, dan nilai uang yang beredar masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
“Memang ada arena sabung ayam di Koya Koso Kilo 9. Setiap orang yang masuk dikenakan Rp50 ribu,” kata BL.
Menurut BL, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung pada hari-hari tertentu, tetapi disebut dibuka setiap hari.
“Bukanya setiap hari. Bukan hanya hari tertentu saja,” ujarnya.
Saksi Sebut Ada Dugaan Pengamanan oleh Oknum Polri
Selain dugaan perjudian, BL juga menyampaikan adanya dugaan keterlibatan anggota Polri dalam pengamanan arena tersebut.
Ia mengaku melihat sejumlah orang yang disebutnya sebagai anggota Polri berada di sekitar lokasi. BL menduga mereka merupakan personel dari satuan Brimob Polda Papua.
BL juga menyebut seorang anggota Polri berinisial D yang diduga memiliki keterkaitan dengan pengamanan kegiatan tersebut.
“Ada juga anggota berinisial D yang disebut membekingi atau mengamankan kegiatan itu,” ujar BL.
Meski demikian, keterangan tersebut masih berupa pengakuan saksi dan belum terverifikasi secara independen. Belum ada bukti yang dapat memastikan keterlibatan anggota yang dimaksud maupun bentuk keterlibatannya dalam aktivitas tersebut.
Pungutan Masuk dan Dugaan Perputaran Uang
Pungutan masuk sebesar Rp50 ribu per orang turut menjadi perhatian. Jika jumlah pengunjung mencapai ratusan orang, penerimaan dari tiket masuk berpotensi mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, bergantung pada jumlah pengunjung yang sebenarnya.
Di luar pungutan masuk, BL memperkirakan uang yang beredar dari taruhan sabung ayam dapat mencapai ratusan juta rupiah.
“Kalau dihitung dari banyaknya orang yang datang dan uang taruhan yang berputar, bisa sampai ratusan juta,” katanya.
Namun, perkiraan tersebut belum didukung data terverifikasi mengenai jumlah pengunjung, besaran taruhan, maupun total transaksi di lokasi. Karena itu, nilai perputaran uang tersebut belum dapat dipastikan.
Perlu Klarifikasi dan Penyelidikan
Informasi mengenai dugaan perjudian dan kemungkinan keterlibatan aparat penegak hukum perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif.
Jika dugaan perjudian tersebut terbukti, aparat berwenang dapat mengambil langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, apabila terdapat anggota Polri yang terbukti terlibat atau memberikan perlindungan terhadap kegiatan ilegal, penanganannya dapat dilakukan melalui mekanisme hukum, disiplin, dan kode etik sesuai hasil pemeriksaan.
Pemeriksaan dapat mencakup aktivitas di lokasi, identitas pihak yang mengelola arena, mekanisme pungutan masuk, bukti transaksi, rekaman yang relevan, serta keterangan saksi dan pihak terkait.
Polda Papua Diharapkan Memberikan Penjelasan
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Polda Papua, anggota Polri berinisial D yang disebut oleh saksi, maupun pihak pengelola arena terkait informasi tersebut.
Klarifikasi dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus memberikan ruang bagi pihak yang disebut untuk menyampaikan penjelasan.
Masyarakat diharapkan tidak langsung menyimpulkan kebenaran tudingan tersebut sebelum ada hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penanganan yang transparan dan berdasarkan bukti penting agar dugaan aktivitas perjudian maupun kemungkinan keterlibatan oknum aparat dapat ditelusuri secara objektif, tanpa menghakimi pihak mana pun sebelum fakta terungkap. (DanTop)
0 Komentar