BI Papua Gelar 25 Kali Kas Keliling, Jangkau 16 Kabupaten di Wilayah 3T

Suasana Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak digunakan oleh masyarakat, Kamis, 15/10/2026 (Foto; Novi).



JAYAPURA, PAPUA | SUARACYCLOPS.COM – Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus berupaya memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak digunakan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil yang sulit dijangkau transportasi.

Sepanjang April hingga September 2026, BI Papua telah melaksanakan 25 kali layanan Kas Keliling Luar Kota (KKLK) di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Layanan tersebut menjangkau 16 kabupaten di empat provinsi, yakni Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Program ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai kebutuhan, serta kondisi uang yang masih layak digunakan untuk transaksi sehari-hari.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, mengatakan masyarakat di pegunungan, pesisir, hingga pulau-pulau terluar memiliki hak yang sama untuk mendapatkan uang Rupiah berkualitas baik.

Karena itu, BI Papua terus menghadirkan layanan langsung ke distrik-distrik, meskipun harus menghadapi kondisi geografis dan medan perjalanan yang sulit.

Penukaran Uang Tidak Layak Edar Masih Tinggi

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya uang tidak layak edar (UTLE) yang ditukarkan melalui layanan kas keliling.

Berdasarkan data BI Papua, jumlah lembar uang yang ditukarkan paling banyak tercatat di Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, sebanyak 113.882 lembar. Berikutnya, Sorendiweri, Kabupaten Supiori, sebanyak 109.654 lembar, serta Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, sebanyak 106.585 lembar.

BI Papua menjelaskan, banyaknya uang yang tidak layak edar di sejumlah wilayah tersebut antara lain dipengaruhi terbatasnya pasokan uang baru di perbankan setempat dan tingginya kelembapan udara.

Selain itu, kebiasaan masyarakat dalam menyimpan dan memperlakukan uang tunai juga masih perlu diperhatikan agar uang tidak cepat rusak.

Layanan Menjangkau Empat Provinsi

Dari total 25 kegiatan kas keliling selama enam bulan, sebanyak 10 kegiatan dilaksanakan di Provinsi Papua, empat kegiatan di Papua Pegunungan, enam kegiatan di Papua Selatan, dan lima kegiatan di Papua Tengah.

Di Provinsi Papua, layanan menjangkau Kabupaten Keerom, Mamberamo Raya, Supiori, dan Waropen.

Di Provinsi Papua Pegunungan, layanan dilaksanakan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, Tolikara, dan Mamberamo Tengah.

Sementara itu, di Provinsi Papua Selatan, layanan menjangkau Kabupaten Boven Digoel, Asmat, dan Mappi. Adapun di Provinsi Papua Tengah, kegiatan dilakukan di Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Deiyai, dan Mimika.

Untuk menjangkau masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang berbeda-beda, BI Papua menggunakan berbagai jenis transportasi, mulai dari pesawat, kendaraan darat, hingga kapal dan transportasi sungai.

Pada 2026, BI Papua juga menggunakan Bandara Mozes Kilangin di Timika sebagai titik penghubung perjalanan menuju lokasi layanan di Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Pola perjalanan tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu penerbangan pesawat perintis, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan keselamatan petugas.

Masyarakat Diajak Merawat Uang Rupiah

BI Papua berencana terus memperluas jangkauan layanan kas keliling melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perbankan.

Selain memastikan ketersediaan uang, masyarakat juga diajak menjaga kondisi fisik Rupiah agar tetap bersih dan tahan lama.

BI mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 5J dalam merawat uang Rupiah, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Masyarakat juga diimbau berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan untuk mendukung kestabilan harga.

Melalui ketersediaan uang tunai yang memadai, peningkatan penggunaan pembayaran digital, serta kebiasaan bertransaksi secara bijak, BI Papua berharap kegiatan ekonomi dan sistem pembayaran di empat provinsi tersebut dapat berjalan semakin lancar.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat di perkotaan maupun pelosok Papua dapat memperoleh layanan Rupiah secara lebih merata. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar