SENTANI, JAYAPURA | SUARACYCLOPS.COM – Prakonferensi Dewan Adat Suku Sentani (DASS) yang berlangsung di Obhe Kampung Yobeh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (10/9), telah selesai dilaksanakan.
Ketua Konferensi Dewan Adat Suku Sentani, Melky Suebu, mengatakan prakonferensi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan dan rekomendasi penting yang selanjutnya akan dibawa untuk dibahas dan ditetapkan dalam Konferensi DASS pada 24 September 2026.
“Prakonferensi Dewan Adat Suku Sentani telah kami selesaikan dengan baik. Ada beberapa keputusan yang menjadi rekomendasi untuk dibawa ke konferensi tanggal 24 September,” kata Melky Suebu usai kegiatan.
Salah satu rekomendasi utama adalah penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Dewan Adat Suku Sentani yang selama ini digunakan.
Menurut Melky, perubahan dan penyempurnaan tersebut diperlukan agar organisasi DASS dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan serta kebutuhan masyarakat adat Sentani saat ini dan ke depan.
Selain AD/ART, prakonferensi juga membahas bentuk dan posisi Dewan Adat Suku Sentani, termasuk struktur kepengurusan yang akan dibentuk melalui konferensi.
Melky menjelaskan, penataan organisasi DASS ke depan diharapkan memiliki hubungan yang jelas dengan berbagai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Undang-Undang Otonomi Khusus Papua serta peraturan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang berkaitan dengan masyarakat adat.
“Hal-hal lain yang akan kita bahas lebih panjang adalah posisi Dewan Adat Suku Sentani dan seperti apa struktur kepengurusannya ke depan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rekomendasi yang telah dihasilkan dalam prakonferensi dapat dibahas secara terbuka dan diputuskan bersama oleh para Ondofolo dari seluruh wilayah adat Sentani pada konferensi mendatang.
Menurutnya, keputusan yang dihasilkan nantinya tidak hanya penting bagi organisasi DASS, tetapi juga bagi masa depan masyarakat adat Sentani.
“Keputusan-keputusan penting yang ditetapkan dalam konferensi ini diharapkan menjadi sejarah bagi Suku Sentani, bukan hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk anak cucu kami di atas tanah leluhur,” katanya.
Konferensi Dewan Adat Suku Sentani dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026, di Helebhey Obhe Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bersama bagi para pemimpin adat untuk merumuskan arah, kedudukan, struktur organisasi serta langkah DASS dalam menjaga hak, identitas dan masa depan masyarakat adat Sentani. (DanTop)
0 Komentar