Distric Kordinator CGPP WVI Kabupaten Jayapura. William Matulesssy, saat diwawancarai usai kegiatan pelatihan kader kesehatan di hotel Horex Sentani. Rabu, 30/9/2026 (Foto; Dani)
SENTANI, JAYAPURA | SUARACYCLOPS.COM – Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui program Core Group Partners Project (CGPP) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan dan kader dari tujuh puskesmas di Kabupaten Jayapura.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 28–30 September 2026, di Hotel Horex Sentani.
Distrik Koordinator CGPP WVI Kabupaten Jayapura, William Matulesi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, serta deteksi dini penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
“Selama tiga hari ini kami dari Wahana Visi Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dan tujuh puskesmas melaksanakan kegiatan penguatan bagi tenaga kesehatan dan kader,” kata William usai kegiatan, Rabu (30/9).
Pada hari pertama, Senin (28/9/2026), pelatihan diberikan kepada tenaga kesehatan dari tujuh puskesmas.
Materi yang diberikan antara lain pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak atau Buku KIA, deteksi dini Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), serta Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).
Tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan terdiri dari penanggung jawab program imunisasi, surveilans, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta promosi kesehatan.
Setelah tenaga kesehatan mendapatkan penguatan, kegiatan dilanjutkan pada Selasa dan Rabu dengan pelatihan bagi para kader kesehatan.
William menyebut sebanyak 100 kader dari tujuh wilayah puskesmas mengikuti pelatihan tersebut.
“Dari tujuh puskesmas ada sekitar 100 ibu kader yang kami latih. Harapan kami setelah mengikuti pelatihan, mereka semakin aktif melakukan kunjungan ke rumah-rumah masyarakat,” ujarnya.
Menurut William, kunjungan rumah penting untuk memberikan kembali pemahaman kepada keluarga mengenai manfaat Buku KIA serta pentingnya imunisasi bagi anak.
Selain memberikan edukasi, kader juga diharapkan dapat membantu menemukan anak-anak yang status imunisasinya belum lengkap.
Kader dibekali pengetahuan untuk mengenali anak dengan status zero dose, yaitu anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi tertentu, maupun anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk kategori under-immunized, left out, dan drop out.
“Harapannya kader dapat menjaring anak-anak yang status imunisasinya belum lengkap. Setelah ditemukan, mereka dapat bekerja sama dengan petugas puskesmas, kader dan tim CGPP WVI untuk melengkapi imunisasi anak tersebut,” jelas William.
Ia menambahkan, imunisasi sangat penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian imunisasi.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah daerah, puskesmas, tenaga kesehatan, kader dan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Jayapura.
Dalam pelatihan tersebut, para kader juga menyampaikan sejumlah tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Salah satunya adalah masih adanya masyarakat yang belum memahami sepenuhnya pentingnya imunisasi bagi anak.
Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Jayapura juga menjadi tantangan tersendiri bagi para kader.
“Masih ada masyarakat yang belum teredukasi mengenai pentingnya imunisasi. Kemudian ada juga kendala geografis. Ada kader yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mengunjungi rumah warga, bahkan ada yang harus menyeberangi perairan atau pulau,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, William berharap para kader yang telah mendapatkan pelatihan dapat terus menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Ia berharap kader bersama tenaga kesehatan dapat semakin aktif mendata, mengedukasi dan mendampingi keluarga, sehingga anak-anak di Kabupaten Jayapura memperoleh imunisasi yang lengkap sesuai usia mereka.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama CGPP WVI dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan anak dan cakupan imunisasi di wilayah Kabupaten Jayapura. (DanTop)
0 Komentar