Origenes Kaway Usul Seluruh Kampung di Sentani Jadi Kampung Adat

Wakil Ketua Komisi 1 DPRP Papua. Origenes Kaway, saat memberikan keterangan pers di Obhe Kampung Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Rabu, 26/8/2026 (Foto; Dani)



SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Wakil Ketua Komisi I DPRP Papua yang juga Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Origenes Kaway, S.Th., mengusulkan agar seluruh kampung di wilayah Sentani secara bertahap ditingkatkan statusnya menjadi kampung adat.

Menurut Kaway, usulan tersebut penting untuk menghindari terjadinya dualisme kepemimpinan dalam satu kampung, terutama antara pemerintahan kampung dengan kepemimpinan adat.

Hal itu disampaikan Origenes Kaway usai mengikuti Dialog Masa Reses Anggota DPRP bersama Dewan Adat Suku, para Ondofolo, Kepala Suku dan Tokoh Masyarakat untuk menjaring aspirasi masyarakat adat Kabupaten Jayapura di Obhe atau Rumah Adat Kampung Bambar, Distrik Waibu, Rabu (26/8).

Kaway mengatakan, jika seluruh kampung dapat diarahkan menjadi kampung adat, maka sistem kepemimpinan di tingkat kampung dapat lebih jelas dan disesuaikan dengan struktur adat yang sudah ada.

“Yang saya usulkan, seluruh kepala kampung itu ditingkatkan statusnya menjadi kampung adat. Sehingga tidak terjadi dualisme dalam kepemimpinan di satu kampung,” ujarnya.

Ondofolo Berperan dalam Penentuan Kampung Adat

Kaway menjelaskan, dalam konsep kampung adat yang ia dorong, posisi Ondofolo memiliki peran penting dalam menentukan kepemimpinan di wilayah adatnya.

Menurut dia, kampung adat tidak dipimpin melalui mekanisme pemilihan kepala kampung seperti yang selama ini berlaku dalam pemerintahan kampung biasa. Penentuan pemimpin kampung adat, kata dia, disesuaikan dengan struktur dan kewenangan adat.

“Kalau kampung adat itu, pemimpinnya ditentukan oleh Ondofolo. Jadi tidak ada pemilihan kampung seperti sekarang,” katanya.

Ia menilai mekanisme tersebut perlu dibicarakan dan disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kaway mengatakan, jika seorang Ondofolo ingin memimpin sendiri, maka dapat menjalankan peran tersebut. Namun, apabila tidak ingin memimpin secara langsung, Ondofolo dapat menunjuk orang yang dipercaya untuk menjalankan tugas pemerintahan di kampung adat.

“Kalau Ondo mau pimpin, silakan pimpin. Kalau mau memberikan kepada orang lain juga bisa, yang penting dia yang menunjuk. Teknisnya tentu harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Kekhawatiran soal Pengelolaan Dana
Kaway juga menanggapi kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai kemungkinan Ondofolo terlibat dalam pengelolaan dana kampung apabila sistem kampung adat diterapkan.

Menurutnya, kekhawatiran tersebut tidak perlu menjadi alasan untuk menolak penguatan kampung adat. Yang terpenting, setiap pemimpin adat harus menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

“Kalau Ondofolo benar-benar melayani rakyatnya, saya yakin semuanya akan aman. Tidak akan muncul persoalan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan peran Ondofolo bukan berarti mengabaikan kepentingan masyarakat. Justru, menurut Kaway, struktur adat harus mampu memberikan pelayanan dan memastikan kehidupan masyarakat berjalan dengan baik

Mulai dari Sentani

Kaway berharap gagasan tersebut dapat mulai dibicarakan dan diterapkan di wilayah Sentani, termasuk melalui proses pergantian atau penataan kepemimpinan kampung yang akan datang.

Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aturan hukum dan mekanisme teknis yang berlaku.

“Kalau tahun ini ada pergantian atau pemilihan, kita bisa mulai dari Sentani. Tetapi semuanya tetap tergantung pada teknis dan aturan yang diberikan oleh undang-undang,” katanya.

Kaway berharap penguatan kampung adat nantinya tidak hanya menjadi perubahan status administratif, tetapi benar-benar memberikan kepastian mengenai pembagian peran antara pemerintah dan lembaga adat.

Menurutnya, dengan kepemimpinan yang jelas dan tetap menghormati struktur adat, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik sekaligus menjaga nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar