Ketua DAS Sentani Tegaskan Keabsahan Rapat dan Dorong Persatuan Masyarakat Sentani

Ketua DAS Sentani. Origenes Kaway, saat memberikan keterangan pers di Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Senin, 24/8/2026 (Foto; Dani)



SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com — Ketua Dewan Adat Sentani (DAS), Origenes Kaway, menegaskan bahwa setiap agenda yang berkaitan dengan Dewan Adat Sentani harus melibatkan struktur dan pengurus DAS yang sah. Pernyataan tersebut disampaikan Kaway saat menanggapi adanya kegiatan atau pertemuan yang disebut-sebut berkaitan dengan Dewan Adat Sentani.

Kaway mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menerima maupun menandatangani Surat Keputusan (SK) yang dimaksud dalam pembicaraan tersebut. Ia juga mempertanyakan dasar rekomendasi atau keputusan yang disebut berasal dari sebuah rapat.

“Kalau ada rekomendasi dari hasil rapat, rapatnya kapan dan siapa yang melaksanakan? Karena saya tidak pernah mengikuti rapat tersebut,” ujar Kaway. Senin, (24/8).

Menurutnya, pembahasan mengenai masa depan Sentani pada dasarnya merupakan hal yang positif apabila dilakukan secara terbuka dan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Ia menilai, perubahan di Sentani tidak cukup hanya melalui wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan dukungan sumber daya yang jelas.

“Kita ingin Sentani berubah. Kalau ada pemuda dan masyarakat Sentani yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk membangun, saya mendukung. Yang penting ada kerja nyata, bukan hanya sebatas kata-kata,” katanya.

Dorong Persatuan Masyarakat Sentani

Kaway juga mengajak seluruh masyarakat Sentani, terutama generasi muda, untuk menjaga persatuan serta menghormati struktur adat yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Ia menegaskan bahwa persatuan Sentani harus dibangun dengan menghargai para ondofolo, kepala suku, serta struktur adat di masing-masing kampung.

Menurut Kaway, setiap kampung memiliki struktur adat dan tanggung jawab masing-masing dalam mengatur kehidupan masyarakat. Karena itu, perubahan sebaiknya dimulai dari kampung dan lingkungan masing-masing sebelum berbicara mengenai perubahan Sentani secara keseluruhan.

“Kalau ingin Sentani berubah, mulai dari kampung masing-masing. Mulai dari diri sendiri, kemudian bersama-sama membangun kampung. Dari situlah perubahan Sentani bisa dimulai,” ujarnya.

Soroti Agenda Politik 2029

Selain persoalan adat, Kaway turut menyinggung masa depan politik masyarakat Sentani menjelang Pemilu 2029.

Ia mempertanyakan apakah masyarakat Sentani mampu bersatu dan memperjuangkan keterwakilan masyarakatnya di lembaga legislatif Kabupaten Jayapura.

“Yang saya mau adalah bagaimana kita bersatu menghadapi politik tahun 2029. Bisakah orang Sentani duduk dan memiliki keterwakilan yang kuat di Kabupaten Jayapura? Kalau bisa, mari kita buktikan bersama,” katanya.

Kaway mengatakan, dirinya telah cukup lama berkecimpung dalam dunia politik dan memahami dinamika politik di Kabupaten Jayapura. Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar mencari ruang untuk tampil, tetapi membangun kapasitas dan kontribusi sendiri.

Ia mengibaratkan ruang politik sebagai panggung yang sudah memiliki banyak pemain. Menurutnya, generasi muda sebaiknya membangun ruang dan kekuatannya sendiri melalui kerja nyata sehingga mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Tegaskan DAS Memiliki Struktur dan Mekanisme Adat

Terkait rencana konferensi atau pertemuan yang mengatasnamakan Dewan Adat Sentani, Kaway menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus mengikuti mekanisme dan struktur organisasi adat yang berlaku.

Ia mempertanyakan kegiatan yang melibatkan pembicaraan mengenai DAS apabila tidak diketahui oleh ketua maupun pengurus DAS.

“Kalau menyangkut Dewan Adat Sentani, tentu harus melalui mekanisme adat dan melibatkan pengurus DAS. Ketua dan pengurus harus mengetahui prosesnya,” tegasnya.

Kaway juga menekankan bahwa pendidikan seseorang tidak otomatis memberikan kewenangan untuk mengambil keputusan dalam struktur adat. Menurutnya, pengetahuan dan pendidikan harus berjalan bersama dengan penghormatan terhadap aturan serta tata kelola adat.

Ia mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap Sentani untuk duduk bersama dan membicarakan persoalan secara terbuka, tanpa saling menjatuhkan.

Ajak Pemuda Bangun Sentani Bersama

Kaway mengingatkan para pemuda Sentani agar menggunakan pendidikan, kemampuan dan pengalaman yang dimiliki untuk membangun masyarakat.

Ia berharap perbedaan pandangan tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat Sentani.

“Kalau kita mau bersatu, mari kita duduk bersama. Kita sudah cukup lama berbicara tentang perubahan. Sekarang yang dibutuhkan adalah kerja nyata,” ujarnya.

Kaway juga menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap regenerasi kepemimpinan di lingkungan DAS. Ia mengatakan saat ini dirinya juga mulai melihat figur-figur yang dinilai mampu melanjutkan kepemimpinan adat Sentani ke depan.

“Saya sendiri sedang mencari figur yang bisa menggantikan saya. Siapa ondofolo yang berani dan mampu membawa Dewan Adat Sentani bersama masyarakat ke depan, tentu akan kita lihat melalui proses yang baik,” katanya.

Kaway berharap setiap agenda yang membawa nama Sentani maupun Dewan Adat Sentani dilakukan secara terbuka, sesuai mekanisme adat, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, persatuan Sentani tidak cukup dibangun melalui slogan, tetapi harus diwujudkan melalui penghormatan terhadap adat, kerja bersama, dan tindakan nyata untuk masyarakat. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar