BI Papua Perkuat UMKM Go Digital, 50 Pelaku Usaha Ikuti Program E-Commerce

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Papua, percepat transformasi digital UMKM, 50 pelaku usaha disiapkan masuk E-Commerce. Jakarta, 23/8/2026 (Foto; Doc Humas)



JAKARTA | Suaracyclops.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat akses pembiayaan.

Upaya tersebut dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni digital farming untuk meningkatkan efisiensi produksi pertanian, e-commerce untuk memperluas pemasaran produk, serta e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan keuangan dan akses pembiayaan UMKM.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang mengusung tema “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” di Jakarta, 21 Agustus 2026.

Transformasi digital dinilai semakin penting karena perkembangan teknologi telah mengubah cara pelaku usaha memproduksi, memasarkan, menjual, dan mengelola keuangan.

50 UMKM Papua Didorong Masuk E-Commerce

KPw BI Provinsi Papua mencatat sebanyak 54 UMKM Papua telah berhasil mengikuti proses onboarding ke berbagai platform e-commerce sepanjang 2020 hingga 2025.

Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 dengan melibatkan 50 UMKM baru dari sektor kerajinan dan fesyen, makanan dan minuman, serta kopi.

Langkah ini dilakukan untuk membantu UMKM Papua memperluas jangkauan pemasaran melalui ekosistem digital. Dengan masuk ke platform perdagangan elektronik, produk lokal Papua diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya di Papua tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Selain pemasaran digital, BI Papua juga mendorong pelaku UMKM memperbaiki pencatatan keuangan. Salah satu sarana yang digunakan adalah SIAPIK agar pelaku usaha memiliki laporan keuangan yang lebih tertata dan dapat menjadi pendukung dalam mengakses pembiayaan.

Transaksi QRIS di Papua Capai Rp2,61 Triliun

Perkembangan digitalisasi UMKM Papua juga terlihat dari semakin luasnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran.

Secara nasional, hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan UMKM.

Sementara di Papua dan wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB), nilai transaksi QRIS pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp2,61 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,84 persen secara tahunan (yoy).

Jumlah merchant QRIS juga tumbuh 12,98 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya pemanfaatan pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha di Papua.

Feskop 2026 Catat Transaksi Rp1,13 Miliar

Upaya memperluas pasar UMKM juga dilakukan melalui kegiatan business matching dan berbagai kegiatan promosi produk lokal.

Salah satunya melalui Festival Kopi Papua (Feskop) 2026. Kegiatan tersebut mencatat omzet transaksi UMKM sebesar Rp1,13 miliar, dengan nilai transaksi QRIS mencapai Rp706,73 juta.

Selain itu, kegiatan business matching mencatat nilai sekitar Rp2,46 miliar, dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 14.000 orang.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan kanal digital dapat berjalan beriringan dengan kegiatan promosi dan pertemuan bisnis secara langsung.

Digital Farming Bantu Petani Tingkatkan Produksi

Transformasi digital yang didorong BI Papua tidak hanya menyasar UMKM di sektor perdagangan, fesyen, makanan, dan kopi. Digitalisasi juga diterapkan di sektor pertanian melalui program digital farming.

Program tersebut diterapkan kepada sejumlah kelompok tani binaan, antara lain Poktan Arpat Jaya, Ponpes Latifah Mubarokah, Poktan Kaipoa, Poktan Karya Makmur, Poktan Maju Jaya, dan Ponpes Al Munawwaroh.

Melalui pemanfaatan data dan teknologi, petani didorong menggunakan pupuk secara lebih tepat serta menentukan waktu tanam dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi dan membuat hasil panen lebih stabil.

Salah satu contoh penerapan program tersebut dilakukan melalui bantuan sistem irigasi tetes kepada Kelompok Tani Maju Makmur di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, pada 2024.

Bantuan melalui Program Sosial Bank Indonesia dengan skema Pengembangan Ekonomi Daerah (PI KERDA) tersebut mampu menghemat penggunaan air hingga 50 persen. Produktivitas cabai kelompok tani juga meningkat dari 4 ton menjadi 5 ton per hektare, dengan hasil panen yang lebih stabil, termasuk saat musim kemarau.

BI Papua Perkuat Ekosistem Digital

PLH Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar, melalui siaran pers tertanggal 21 Agustus 2026, menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat transformasi digital UMKM.

Penguatan tersebut diharapkan dapat membuat UMKM Papua semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Bank Indonesia juga mengembangkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai wadah yang mempertemukan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang dapat diterapkan di berbagai sektor.

Melalui berbagai program tersebut, BI Papua mendorong UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Papua. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar