BI Papua Dorong Literasi Jadi Kebiasaan Generasi Muda

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua gelar Festival Literasi Papua Tahun 2026 Aula Universitas Yapis Papua (Uniyap), Jayapura. Rabu, 7/10/2026 (Foto; Nov)



JAYAPURA,PAPUA | SUARACYCLOPS.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua kembali mendorong budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui Festival Literasi Papua Tahun 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema “TFIA: Tumbuhkan Inspirasi dalam Festival Literasi Papua” ini digelar pada 6–7 Oktober 2026 di Aula Universitas Yapis Papua (Uniyap), Jayapura.

Festival tersebut tidak hanya mengajak masyarakat untuk gemar membaca, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi ekonomi, keuangan, dan digital di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Warsono, bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Yapis Papua, Dr. Ir. Irianto, S.T., M.T.

Turut hadir perwakilan Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, PT Gramedia Asri Jayapura, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura.

Bukan Sekadar Gemar Membaca

Dalam sambutannya, Warsono mengatakan Festival Literasi Papua dirancang bukan hanya untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga memperluas wawasan masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilih informasi yang benar, mengelola keuangan dengan baik, serta menggunakan teknologi digital secara aman.

“Generasi muda Papua yang berliterasi adalah modal utama untuk membangun Papua yang maju dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Warsono.

Pesan tersebut menjadi penting karena generasi muda saat ini semakin dekat dengan teknologi dan media digital. Karena itu, kemampuan memahami informasi, menggunakan layanan keuangan, serta menjaga keamanan saat beraktivitas di ruang digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Diharapkan Tidak Berhenti di Kampus

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wakil Rektor II Universitas Yapis Papua, yang membidangi perencanaan, sistem informasi, sarana dan prasarana, keuangan, serta sumber daya manusia.

Ia menilai Festival Literasi Papua memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap berbagai aspek kehidupan ekonomi.

Menurutnya, manfaat kegiatan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa dan civitas akademika Universitas Yapis Papua, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas di Kota Jayapura.

Ada Bedah Buku hingga Talkshow

Selama dua hari pelaksanaan, Festival Literasi Papua menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif.

Di antaranya bedah buku “Anak Rantau” bersama penulis Ahmad Fuadi, program Bank Indonesia Mengajar, serta Literacy Talks bersama sejumlah narasumber dari kalangan content creator dan influencer.

Kegiatan tersebut membahas berbagai pengalaman dan pengetahuan mengenai literasi, termasuk keuangan dan karier.

Selain mengikuti kegiatan utama, peserta juga dapat mengunjungi sejumlah booth yang menyediakan informasi dan edukasi mengenai perpustakaan, sistem pembayaran, serta pengelolaan uang Rupiah.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai layanan Bank Indonesia, termasuk perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin mudah dan efisien.

Peserta juga dapat memperoleh berbagai bahan bacaan untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

Literasi Diharapkan Menjadi Kebiasaan

Melalui Festival Literasi Papua 2026, Bank Indonesia mengajak generasi muda Papua agar menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kewajiban.

BI Papua berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang secara konsisten mendorong tumbuhnya budaya literasi di masyarakat Papua.

Lebih dari itu, literasi diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi generasi muda untuk mengambil keputusan yang lebih baik, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun dalam mengelola kehidupan ekonomi dan keuangan.

Dengan semakin kuatnya budaya literasi, generasi muda Papua diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan masyarakat dan pembangunan Tanah Papua ke depan. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar