SENTANI, JAYAPURA | SUARACYLOPS.COM – Saint Cleo Ondikeleuw berhasil masuk tiga besar Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kabupaten Jayapura Tahun 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV di kawasan wisata Pantai Khalkote, Kampung Asey Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (5/9).
Bagi Saint, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang berkesan karena merupakan kali pertama dirinya mengikuti ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata.
“Saya senang karena baru pertama kali ikut dan bisa masuk tiga besar. Ini menjadi pengalaman baru dan sangat baik bagi saya,” ujarnya usai kegiatan.
Menurut Cleo, pelaksanaan FDS XV tahun ini berlangsung meriah karena tidak hanya menghadirkan acara utama, tetapi juga berbagai kegiatan dalam rangkaian pra-event.
Ia menilai perlombaan yang digelar sebelum acara utama mampu memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka. Para pemenang dari sejumlah perlombaan juga mendapat kesempatan tampil pada acara utama FDS.
“Kesan saya, FDS tahun ini sangat meriah. Ada pra-event dan main event. Lomba-lombanya seru, kemudian para juara bisa tampil membawakan tarian mereka. Putra-putri pariwisata juga mendapat kesempatan tampil pada bagian akhir,” katanya.
Ia juga mengapresiasi penutupan FDS yang dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api. Menurutnya, suasana tersebut memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung yang hadir di Pantai Khalkote.
Dalam rangkaian Pemilihan Putra-Putri Pariwisata, Saint juga membawakan pidato dalam bahasa Inggris. Pidato tersebut mengangkat persoalan identitas, bahasa daerah, budaya, serta peran generasi muda dalam menjaga warisan leluhur.
Ia menyoroti mulai berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan anak muda. Menurutnya, generasi muda perlu kembali belajar bahasa dan budaya daerah agar tidak kehilangan identitas.
“Sekarang ada anak-anak muda yang mulai melupakan cara berbicara menggunakan bahasa asli, bahkan ada yang kurang mengenal identitas budayanya. Harus ada perubahan. Kita sebagai anak muda harus punya keinginan untuk belajar kembali budaya kita,” ungkapnya.
Saint mengakui dirinya juga masih perlu banyak belajar bahasa Sentani. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk bersama-sama mengenal kembali bahasa, adat, dan budaya yang diwariskan oleh orang tua serta leluhur.
Selain berbicara tentang budaya, Saint turut mengajak masyarakat dari luar Papua maupun wisatawan untuk datang dan menikmati berbagai potensi pariwisata di Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, Danau Sentani merupakan salah satu kekayaan alam yang memiliki daya tarik besar. Kampung-kampung yang berada di sekitar danau juga memiliki panorama, budaya, kerajinan dan kehidupan masyarakat yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.
“Ayo datang mengunjungi Kabupaten Jayapura dan melihat langsung Danau Sentani yang sangat luas. Banyak tempat wisata di sekitar danau yang bisa dikunjungi. Pengunjung juga bisa menggunakan speedboat untuk berkeliling dan menikmati keindahan Danau Sentani,” ajaknya.
Ke depan, Saint berharap penyelenggaraan Pemilihan Putra-Putri Pariwisata dapat dipersiapkan lebih baik. Ia juga berharap komunikasi antara peserta dan panitia semakin terbuka agar setiap kekurangan dapat segera diperbaiki.
Ia berharap generasi Putra-Putri Pariwisata berikutnya tidak hanya mengejar gelar, tetapi mampu menjadi bagian dari promosi wisata sekaligus ikut menjaga alam, bahasa, budaya, dan identitas masyarakat Kabupaten Jayapura.
“Kita harus belajar lagi agar semakin mengenal budaya kita sendiri,” tutup Cleo. (DanTop)
0 Komentar