Dinkes Jayapura Perkuat Kemampuan Kader, Dari Imunisasi hingga Deteksi Dini Penyaki

Usai memberikan materi Plt. Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura. Drg. Adi, foto bersama dgn Peserta pelatihan, di Hotel Horex Sentani. Selasa, 29/9/2026 (Foto; Adi)



SENTANI, JAYAPURA | SUARACYCLOPS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura menilai keberadaan kader kesehatan sangat penting karena menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat di kampung-kampung.

Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader melalui pelatihan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik.

Hal tersebut disampaikan Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, drg. Adi, usai kegiatan pelatihan kader kesehatan di Hotel Horex Sentani, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, kader tidak hanya berperan dalam pelayanan Posyandu bagi bayi dan balita. Saat ini kader juga perlu memiliki kemampuan untuk memberikan edukasi, melakukan penyaringan awal atau screening, serta membantu menemukan berbagai masalah kesehatan di tengah masyarakat.

“Kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Kalau kader dibekali kemampuan teknis yang baik dan akurat, maka data pelayanan kesehatan maupun capaian pelayanan kesehatan juga dapat semakin baik,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para kader mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat digunakan langsung oleh kader ketika kembali melayani masyarakat di wilayah Posyandu masing-masing.

Salah satu peran yang diharapkan adalah membantu menemukan dan mendampingi ibu hamil agar rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan kesehatan.

“Kader diharapkan dapat membantu menjaring ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan dengan baik sampai enam kali selama masa kehamilan,” jelasnya.

Selain itu, kader juga diharapkan mendorong orang tua agar rutin membawa bayi dan balita ke Posyandu sehingga pertumbuhan, perkembangan dan kondisi kesehatan anak dapat terus dipantau.

Tak Hanya Bayi dan Balita

drg. Adi menjelaskan, pelayanan Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada bayi dan balita. Kader juga perlu memiliki kemampuan memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Kader dapat membantu melakukan screening atau pemeriksaan awal terhadap penyakit menular maupun penyakit tidak menular pada remaja, orang dewasa hingga lanjut usia.

Menurutnya, semakin baik kemampuan kader dalam mengenali tanda-tanda awal suatu masalah kesehatan, semakin cepat pula masyarakat dapat diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.

“Dengan meningkatnya kemampuan kader, kita bisa menemukan penyakit sedini mungkin. Dengan begitu, penanganannya juga dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

Bantu Pantau Pasien yang Sedang Berobat

Selain memberikan edukasi dan melakukan pemeriksaan awal, kader juga diharapkan membantu memantau warga yang sedang menjalani pengobatan rutin.

Hal tersebut penting karena kader berada dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warga di wilayah pelayanan masing-masing.

Kader dapat membantu mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti pengobatan, melakukan pemeriksaan lanjutan, maupun berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila menemukan masalah selama proses pengobatan.

Menurut drg. Adi, penguatan kapasitas kader pada akhirnya akan membantu puskesmas dan Dinas Kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan hingga ke tingkat kampung.

Dengan kader yang semakin terampil, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan pelayanan ketika datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga memperoleh edukasi, pendampingan dan deteksi awal masalah kesehatan langsung dari lingkungan tempat tinggal mereka. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar