DASS Tegaskan Tetap Utuh, Musyawarah di Bambar Sepakati Pembentukan Panitia

Ondofolo Kampung Bambar. Origenes Kaway, saat diwawancarai wartawan usai musyawarah DASS di Obhe Kampung Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Jumat, 18/9/2026 (Foto; OK)



SENTANI, JAYAPURA | SUARACYCLOPS.COM – Dewan Adat Suku Sentani (DASS) menggelar musyawarah bersama di Obhe Kampung Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Jumat (18/9). Pertemuan tersebut membahas keberadaan DASS, kepengurusan serta persiapan agenda musyawarah adat selanjutnya.

Ondofolo Origenes Kaway, yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani, mengatakan musyawarah dihadiri para Ondofolo dan berbagai unsur masyarakat Sentani. Dalam pertemuan itu, peserta menyampaikan pandangan mengenai situasi yang berkembang di lingkungan masyarakat adat Sentani.

Menurut Origenes, salah satu hal yang ditegaskan dalam musyawarah adalah DASS merupakan wadah bersama masyarakat adat Sentani dan bukan milik pribadi maupun kelompok tertentu.

“DASS itu bukan siapa-siapa punya. Sepanjang kita masih ada, DASS tetap ada. Dewan Adat Suku Sentani tidak ada perubahan, kita tetap masih utuh dan berjalan,” kata Origenes usai memimpin musyawarah.

Ia mengatakan perbedaan pandangan yang berkembang belakangan ini sebaiknya diselesaikan dengan mengedepankan musyawarah, etika adat dan sikap saling menghargai.

Origenes juga menanggapi adanya kegiatan adat yang sebelumnya berlangsung dengan membawa nama DASS. Menurut dia, pihaknya menyayangkan cara yang ditempuh karena dinilai belum melibatkan unsur masyarakat adat Sentani secara menyeluruh.

“Kepada teman-teman, kami tidak marah. Kami hanya sangat menyayangkan. Tujuan mereka bagus, cuma cara mereka yang salah. Segala sesuatu sebagai orang adat harus punya etika. Etika itu tata krama dan dalam budaya kita harus saling menghargai,” ujarnya.

Dalam musyawarah tersebut, peserta juga menyepakati pembentukan panitia untuk mempersiapkan pertemuan adat berikutnya. Panitia dipercayakan kepada Hermes Hein Ohee, sebagai ketua bersama unsur-unsur yang terlibat dalam musyawarah.

Origenes menjelaskan, agenda berikutnya akan menjadi ruang bagi para pemangku adat untuk duduk bersama dan menentukan arah kepemimpinan DASS melalui kesepakatan bersama. Ia menekankan bahwa proses tersebut dilakukan melalui musyawarah dan mufakat, bukan sekadar pemilihan.

“Kami semua duduk dan sepakat siapa yang kami mau tunjuk untuk memimpin,” katanya.

Ia menyebut musyawarah lanjutan direncanakan berlangsung pada 24 September 2026 di Obhe Kampung Bambar. Panitia yang telah dibentuk akan bekerja mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Origenes menambahkan, pertemuan di Bambar turut dihadiri unsur MRP, anggota DPR Papua, tokoh intelektual, pemuda serta para pemangku adat Sentani. Menurutnya, berbagai pandangan yang disampaikan dalam musyawarah memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga persatuan dan masa depan generasi Sentani.

“Semua harus bersatu. Yang paling penting bagaimana kita menyelamatkan generasi kita ke depan,” pungkasnya. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar