KENDATE,JAYAPURA | Suaracyclops.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura menyerahkan keputusan terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Kendate dan Kampung-kampung lainnya se Distrik Depapre kepada masyarakat setempat.
Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda mengatakan, pemerintah tidak ingin memaksakan pelaksanaan program apabila masyarakat masih memiliki kekhawatiran setelah sebelumnya terjadi dugaan keracunan makanan yang melibatkan sejumlah penerima manfaat.
Menurut Yunus, pemerintah daerah memilih untuk menghormati dan mengikuti keputusan masyarakat karena warga dan orang tua merupakan pihak yang merasakan langsung dampak dari kejadian tersebut.
“Saya hanya mengikuti keputusan masyarakat. Apa pun yang masyarakat putuskan, saya ikut. Saya tidak bisa memaksa atau mengharuskan mereka,” ujar Yunus.
Ia mengakui bahwa terdapat penolakan dari sebagian masyarakat terhadap pelaksanaan MBG di wilayah tersebut. Namun, menurutnya, pemerintah perlu memahami kekhawatiran warga, terutama para orang tua yang anak-anaknya menjadi penerima makanan program tersebut.
“Kalau kita dengar, memang banyak penolakan dari masyarakat. Posisi kami mengikuti, karena yang merasakan kemarin adalah anak-anak dan orang tua mereka,” katanya.
Yunus mengatakan pemerintah juga memahami kondisi psikologis orang tua setelah adanya kejadian tersebut. Karena itu, pihaknya memilih untuk tidak mengambil keputusan secara sepihak.
“Kita sendiri kalau anak-anak kita berada di posisi itu, bagaimana perasaan kita? Karena itu pemerintah hanya menunggu keputusan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, keputusan masyarakat akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah selanjutnya terkait pelaksanaan MBG di Kampung Kendate.
Ia berharap proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan tetap mengedepankan kepentingan serta rasa aman masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah memutuskan, pemerintah akan mengikuti keputusan masyarakat,” pungkas Yunus. (DanTop)
0 Komentar