Paguyuban Flobamora Meriahkan Pra Event FDS XV dengan Tari Manuwolu Sumba

Tari Manuwolu dari Sumba, Nusa Tenggara Timur. di tampilkan oleh Paguyuban Flobamora Kabupaten Jayapura saat pra FDS Ke-XV di LokWis Khalkote, Kampung Asey Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Selasa, 25/8/2026 (Foto; Doc FR)



SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA | Suaracyclops.com — Paguyuban Flobamora Kabupaten Jayapura turut memeriahkan pra event Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV dengan menampilkan Tari Manuwolu dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Penampilan tersebut berlangsung di Lokasi Wisata (LokWis) Pantai Khalkote, Kampung Asey Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Kegiatan pra event tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri.

Tari Manuwolu menjadi salah satu bentuk kehadiran masyarakat Flobamora dalam memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara di tengah masyarakat Papua. Tarian ini menggambarkan semangat kebersamaan, keberanian, kegembiraan, penghormatan terhadap leluhur, serta kehidupan sosial masyarakat Sumba.

Gerakan para penari yang dilakukan secara bersama-sama mengikuti irama musik tradisional menciptakan suasana yang penuh semangat. Setiap gerakan juga menggambarkan kuatnya hubungan antara manusia, lingkungan, adat istiadat, dan kehidupan bersama.

Bagi masyarakat Sumba, tarian bukan hanya sekadar hiburan atau pertunjukan. Tari Manuwolu juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan meneruskan warisan budaya kepada generasi muda.

Melalui tarian tersebut, masyarakat Sumba ingin menunjukkan bahwa budaya merupakan bagian penting dari jati diri yang harus tetap dijaga di tengah perkembangan zaman. Nilai kebersamaan, saling menghormati, gotong royong, dan penghargaan terhadap warisan leluhur menjadi pesan yang terus diwariskan melalui seni dan budaya.

Ketua Paguyuban Flobamora Kabupaten Jayapura, Ferianto Ragalawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah memberikan kesempatan kepada Paguyuban Flobamora untuk hadir dan tampil dalam rangkaian pra event FDS XV.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada panitia dan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Flobamora untuk hadir dan menampilkan budaya kami dalam kegiatan ini,” ujar Ferianto.

Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi ruang yang baik bagi masyarakat Flobamora untuk ikut berpartisipasi sekaligus memperkenalkan budaya daerah asal kepada masyarakat luas.

Kehadiran Paguyuban Flobamora melalui Tari Manuwolu juga menjadi gambaran bahwa Festival Danau Sentani tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan budaya masyarakat Papua, tetapi juga dapat menjadi tempat bertemunya berbagai budaya Nusantara yang hidup dan berkembang di Papua.

Melalui momentum tersebut, semangat kebersamaan dan keberagaman diharapkan terus terjaga, sehingga budaya dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat di Tanah Papua. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar