SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com — Panitia Konferensi Dewan Adat Suku (DAS) Sentani mulai mempersiapkan pelaksanaan konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026 mendatang.
Ketua Panitia Konferensi DAS Sentani, Melky Suebu, mengatakan persiapan tersebut merupakan amanah yang diberikan oleh para Ondofolo Sentani kepada enam orang yang dipercaya untuk mempersiapkan pelaksanaan konferensi.
Kepercayaan tersebut diberikan dalam pertemuan para Ondofolo pada 24 Juli 2026 di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, dengan Melky Suebu dipercaya sebagai ketua panitia. Jumat, (21/8).
“Dalam perkembangannya, rapat perdana pada hari ini kami laksanakan di Helebhey Obhe untuk mempersiapkan segala sesuatu menyongsong pelaksanaan Konferensi DAS pada 24 September mendatang,” kata Melky saat ditemui usai rapat panitia di Helebhey Obhe, Kampung Sereh pada Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, konferensi tersebut tidak hanya menjadi forum pergantian atau pembentukan kepengurusan, tetapi diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan kelembagaan adat Sentani sekaligus menata masa depan masyarakat adat.
Melky menjelaskan, sejak Dewan Adat Suku Sentani berdiri pada awal tahun 2000, pihaknya melihat masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan dalam perjalanan kelembagaan adat hingga saat ini.
“Kami merasa seperti belum terjadi perubahan yang signifikan. Karena itu, kami merasa terpanggil berdasarkan kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh para Ondofolo Sentani kepada kami,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan DAS Sentani yang baru nantinya mampu membawa perubahan yang lebih baik, terutama dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat Sentani di atas tanah dan airnya.
Menurut Melky, keberadaan lembaga adat harus mampu memikirkan masa depan masyarakat Sentani, termasuk memastikan nilai-nilai adat dan budaya tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain itu, konferensi diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kembali nilai-nilai adat yang selama perjalanan waktu dinilai mengalami berbagai pergeseran.
“Hal-hal adat yang dalam perjalanan dirasa terjadi pergeseran dari tradisi, mudah-mudahan dapat kami perbaiki dan luruskan kembali sesuai dengan adat dan budaya yang diwariskan leluhur secara turun-temurun hingga generasi sekarang,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh tahapan persiapan konferensi akan dilakukan dengan penuh tanggung jawab sesuai kepercayaan yang telah diberikan oleh para Ondofolo.
Melky berharap konferensi pada September mendatang dapat menghasilkan kepemimpinan DAS Sentani yang mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat adat serta menjaga tanah, air, adat dan budaya Sentani untuk diwariskan kepada anak cucu di masa depan.
“Harapan kami, melalui kepemimpinan DAS yang baru ke depan, kita dapat mempersiapkan masa depan Sentani di atas tanah dan airnya sampai kepada anak cucu kita,” pungkasnya. (DanTop)
0 Komentar