Koordinator Nelayan Distrik Depapre, Albert Waisimon, saat diwawancarai wartawan di Kampung Kendate, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Rabu, 19/8/2026 (Foto; Dani)
KENDATE, JAYAPURA | Suaracyclops.com — Kehadiran pemerintah dan sejumlah pejabat di Kampung Kendate, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, menjadi momentum bagi masyarakat nelayan untuk kembali menyampaikan berbagai kebutuhan yang selama ini dirasakan di kawasan pesisir.
Koordinator Nelayan Distrik Depapre, Albert Waisimon, mengatakan perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan perlu dilakukan secara merata dan adil, tidak hanya terpusat pada kampung tertentu. Rabu, (19/8).
Albert yang selama ini aktif mendampingi kelompok nelayan dan berkoordinasi dengan pemerintah di bidang perikanan dan kelautan mengatakan, pengalamannya dalam berbagai kegiatan tingkat nasional membuat dirinya semakin melihat pentingnya pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Jayapura.
Ia mengaku pernah mengikuti Prapenas di Maros, Makassar, pada 2022, kemudian mengikuti Penas di Sumatera Barat pada 2023. Ia juga pernah terlibat dalam kegiatan studi banding pengembangan kawasan Danau Sentani dan Danau Toba.
“Kita studi banding antara Danau Sentani dan Danau Toba, mana yang jauh lebih maju atau sudah kelas internasional. Ternyata Danau Toba jauh lebih maju,” ujar Albert.
Bantuan Nelayan Harus Merata
Menurut Albert, dirinya tidak hanya memperjuangkan kepentingan nelayan di Kampung Kendate, tetapi juga membawa aspirasi nelayan dalam lingkup Distrik Depapre dan wilayah sekitarnya.
“Saya anak Kendate, tetapi jiwa saya melihat Tanah Merah semua. Bantuan pemerintah harus merata dan adil untuk masyarakat di Tanah Merah ini,” katanya.
Ia menjelaskan, komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi terus dilakukan untuk mendorong pengembangan sektor perikanan, termasuk pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk mendukung aktivitas nelayan.
Albert berharap sektor perhubungan dan perikanan dapat bersinergi dalam mengembangkan fasilitas tersebut sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat nelayan.
“Kita sudah bicara supaya nelayan ke depan bisa mengembangkan pelabuhan. Dari perhubungan bisa bekerja sama dengan perikanan, sehingga pelabuhan itu bisa dikembangkan dan digunakan oleh nelayan,” jelasnya.
Akses Jalan Jadi Kebutuhan Utama
Selain fasilitas perikanan, Albert menekankan pentingnya pembangunan akses jalan menuju Kampung Kendate.
Menurutnya, kondisi geografis Kampung Kendate yang berada cukup jauh dan berada di ujung akses jalan membuat masyarakat membutuhkan perhatian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Ia menyebut sejumlah pejabat dan tokoh nasional maupun daerah telah berkunjung ke kampung tersebut. Karena itu, Albert berharap kunjungan tersebut dapat menjadi momentum untuk mendorong penyelesaian persoalan akses jalan.
“Kami minta akses jalan kepada pemerintah daerah dan aparat. Bagaimana supaya dengan saudara-saudara kita di Tablan Nusuh, kita ini hubungan bersaudara,” ujarnya.
Albert menegaskan, masyarakat Kendate merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan serta pembangunan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok sangat penting agar program pemerintah, termasuk pengembangan koperasi dan pemberdayaan masyarakat, dapat benar-benar dirasakan warga.
Harap Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat
Albert juga menyambut baik rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di Kampung Kendate. Ia berharap keberadaan koperasi nantinya dapat menjadi sarana untuk memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan.
Ia juga berharap adanya dukungan terhadap kebutuhan armada dan mesin kapal. Menurutnya, kebutuhan tersebut masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi nelayan di wilayahnya.
“Dengan adanya koperasi, kami berharap ada perhatian serius, termasuk bantuan mesin atau kapal untuk nelayan,” katanya.
Albert mengatakan, selama ini dirinya juga membantu menghubungkan aspirasi nelayan dengan pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun kementerian.
“Kalau ada aspirasi atau proposal dari nelayan yang tidak bisa bertemu langsung dengan kepala dinas, saya yang membantu menyampaikannya,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, koperasi dan kelompok nelayan dapat semakin kuat sehingga masyarakat pesisir tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha perikanan secara mandiri dan berkelanjutan.
Masyarakat Siap Sambut Program Pemerintah
Terkait rencana Kampung Kendate sebagai salah satu kampung binaan, Albert mengatakan masyarakat pada prinsipnya siap menerima dan mendukung program pemerintah.
Menurutnya, kehadiran Pangdam XVII/Cenderawasih bersama jajaran pemerintah di Kampung Kendate memberikan semangat baru bagi masyarakat yang selama ini berharap adanya perhatian lebih terhadap wilayah mereka.
“Pada dasarnya masyarakat siap menyambut. Masyarakat siap mendukung,” pungkas Albert. (DanTop)
0 Komentar