SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com — Pemerintah terus mendorong pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk nelayan di wilayah Tanah Merah, Kabupaten Jayapura, Papua.
Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda mengatakan terdapat sekitar 14 titik yang telah menjadi bagian dari perhatian program Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Tanah Merah. Rabu, (19/8).
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar karena masyarakatnya bersentuhan langsung dengan laut dan menggantungkan kehidupan dari hasil tangkapan.
“Ini semua ada di wilayah Tanah Merah (Depapre & Demta). Wilayah ini bersentuhan langsung dengan laut, sehingga ada beberapa tempat yang sedang dikerjakan,” ujar Yunus.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama program tersebut adalah mempermudah nelayan mendapatkan kebutuhan operasional, terutama bahan bakar minyak (BBM), sehingga nelayan dapat melaut dengan lebih mudah.
“Harapan kami dengan adanya program Kampung Nelayan ini salah satunya adalah mempermudah, terutama dalam hal bahan bakar, sehingga nelayan bisa keluar melaut dengan lebih mudah,” katanya.
Selain persoalan BBM, pemerintah juga ingin memperbaiki sistem pemasaran hasil tangkapan nelayan. Selama ini, kata Yunus, sebagian nelayan masih menjual hasil tangkapannya secara terbatas dan menghadapi ketergantungan kepada tengkulak.
Ia menilai kondisi tersebut membuat hasil kerja keras nelayan belum memberikan keuntungan maksimal bagi keluarga mereka.
“Selama ini jual sekadar-sekadar saja. Padahal ikan-ikan mereka didapat melalui perjuangan luar biasa, tetapi karena ada yang sudah meminjam uang terlebih dahulu, ketika pulang hasilnya hanya untuk membayar atau setor. Tengkulak yang lebih banyak mendapatkan keuntungan,” jelasnya.
Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah berharap rantai pemasaran dapat diperbaiki. Hasil tangkapan nelayan nantinya diharapkan dapat dikumpulkan dan dipasarkan melalui sistem yang lebih baik.
“Kalau ada yang mau datang membeli, bisa di sini. Kalau jumlahnya besar, kita bisa pastikan untuk dikirim keluar, bahkan berpotensi untuk ekspor,” ungkap Yunus.
Ia menegaskan, potensi perikanan di kawasan tersebut sebenarnya sudah tersedia. Pemerintah daerah, menurutnya, berperan memfasilitasi agar potensi tersebut dapat dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana pemerintah memfasilitasi pembangunan dan pengembangannya,” pungkasnya. (DanTop)
0 Komentar