I Made Budi: Teknologi Tepat Guna Bisa Bantu UMKM dan Petani Papua Tingkatkan Produksi

Instruktur Pelatihan. I Made Budi, saat memberikan keterangan pers. Rabu, 23/9/2026 (foto; AD).



SENTANI, JAYAPURA | SUARACYCLOPS.COM – Instruktur pelatihan pembuatan pakan ternak, I Made Budi, menilai penggunaan teknologi tepat guna sangat penting untuk membantu petani dan pelaku UMKM di Papua meningkatkan kualitas serta jumlah produksi mereka.

Hal itu disampaikan I Made Budi setelah memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak kepada peserta di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Rabu, (23/9).

Menurutnya, bantuan mesin atau peralatan produksi kepada masyarakat tidak cukup hanya diserahkan begitu saja. Pengguna harus terlebih dahulu memahami cara mengoperasikan dan merawat mesin tersebut.

“Sebelum mesin digunakan, harus ada teknisi atau orang yang benar-benar bisa mengoperasikan dan melakukan perawatan,” kata I Made Budi.

Ia mengatakan, pendampingan sangat diperlukan agar mesin yang diberikan kepada kelompok masyarakat dapat digunakan dalam waktu lama dan tidak cepat rusak.

Menurutnya, salah satu masalah yang sering terjadi adalah mesin bantuan tidak dipakai secara maksimal karena pengguna belum memahami cara kerja dan perawatannya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan teknis sebelum mesin diserahkan atau digunakan oleh kelompok.

Ia juga menyebut, mesin dan teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat harus melalui proses pengujian terlebih dahulu. Hal itu penting agar alat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kita jangan hanya lihat mesin dari video atau media sosial. Harus dilihat cara kerjanya, prosesnya dan hasil akhirnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan promosi mesin yang terlihat mampu menghasilkan produk secara instan.

Menurutnya, setiap proses produksi membutuhkan tahapan. Contohnya, singkong tidak bisa langsung berubah menjadi tepung tapioka tanpa melalui proses pengolahan.

Karena itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai cara kerja mesin dan teknologi produksi.

I Made Budi mengatakan, pengembangan teknologi lokal juga penting dilakukan karena Papua memiliki banyak potensi sumber daya alam yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Beberapa komoditas yang menurutnya dapat dikembangkan antara lain kopi, kakao, singkong dan berbagai hasil pertanian lainnya.

Ia menilai, masyarakat di kampung-kampung tidak hanya membutuhkan pelatihan yang bersifat teori, tetapi juga pelatihan langsung tentang cara mengolah hasil pertanian menjadi produk yang berkualitas.

“Sekarang waktunya lebih banyak praktik di lapangan. Bagaimana membuat tapioka, bagaimana membuat minyak goreng yang bagus, bagaimana mengolah hasil pertanian dengan teknologi yang baik sehingga kualitas produknya juga bagus,” katanya.

Menurutnya, penggunaan teknologi dapat mempercepat pekerjaan masyarakat yang selama ini dilakukan secara manual.

Dengan teknologi yang tepat, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga dan waktu dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Ia meyakini bahwa teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

“Kalau teknologinya baik dan kualitas produknya bagus, masyarakat bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dalam pelatihan pembuatan pakan ternak tersebut, peserta juga diberikan pengetahuan mengenai komposisi bahan pakan, kandungan nutrisi serta proses pengolahannya.

Menurut I Made Budi, kualitas pakan harus diperhatikan agar memiliki kandungan nutrisi yang sesuai bagi ternak.

Ia mengatakan, salah satu kebutuhan yang masih menjadi tantangan di Papua adalah ketersediaan tepung ikan sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan pakan.

Karena itu, ia berharap ke depan tersedia peralatan yang dapat membantu masyarakat memproduksi tepung ikan secara mandiri.

Menurutnya, jika bahan baku tersedia, teknologi tersedia dan masyarakat memiliki keterampilan, maka pengembangan usaha pakan ternak dapat dilakukan lebih luas.

Ia juga berharap pemerintah melalui organisasi perangkat daerah terkait terus mendorong penggunaan teknologi tepat guna yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh petani, kelompok usaha dan pelaku UMKM.

“Yang penting teknologi itu benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat kecil dan membantu usaha mereka,” katanya.

Ia berharap pelatihan pembuatan pakan ternak tidak berhenti pada kegiatan satu hari saja, tetapi dapat menjadi awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang lebih besar dan mandiri. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar