Bupati Jayapura Siap Hadiri Konferensi Adat Mamta-Tabi III dan Pemuda Tabi I

Panitia Konferensi Adat Mamta-Tabi III dan Pemuda Tabi I, bertemu Bupati Jayapur. Selasa, 1/9/2026 (Foto; Dani)



SENTANI, JAYAPURA | SUARACYCLOPS.COM — Persiapan pelaksanaan Konferensi Masyarakat Adat Mamta-Tabi III dan Konferensi Pemuda Mamta-Tabi I terus dilakukan. Kegiatan yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 10–12 September 2026, kini diundur menjadi 24–26 September 2026.

Perubahan jadwal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda saat menerima panitia pelaksana bersama Ketua Dewan Adat Papua Wilayah I Mamta-Tabi di ruang kerjanya, Selasa (1/9).

Ketua Panitia Pelaksana, Yulianus Dwaa, mengatakan pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jayapura yang telah menerima panitia sebagai bagian dari masyarakat adat.

“Pada hari ini, 1 September 2026, kami diterima secara resmi oleh Bapak Bupati dalam suasana kekeluargaan sebagai anak adat. Kami panitia sangat mengapresiasi sikap Bupati,” ujar Yulianus.

Menurut Yulianus, awalnya panitia telah menetapkan pelaksanaan konferensi pada 10–12 September. Namun, Bupati menyampaikan bahwa pada tanggal tersebut dirinya sedang berada di luar Jayapura untuk menjalankan urusan dinas.

Karena itu, Bupati secara spontan meminta agar pelaksanaan konferensi diundur menjadi 24–26 September 2026. Bupati juga menyampaikan kesediaannya untuk hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

“Beliau meminta secara spontan untuk diundur ke tanggal 24 sampai dengan 26, dan beliau sendiri akan menghadiri konferensi itu,” katanya.

Selain perubahan jadwal, Yulianus mengatakan Bupati Jayapura juga telah menetapkan Suni Hotel Sentani sebagai tempat pelaksanaan konferensi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan membantu menggerakkan dan mendukung proses pelaksanaan kegiatan di lokasi tersebut.

Yulianus menilai perhatian tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap keberadaan masyarakat adat dan pemuda di wilayah Mamta-Tabi.

Ia juga menyampaikan kembali pesan Bupati Jayapura bahwa keberadaan adat telah ada sebelum pemerintahan.

“Beliau menyampaikan bahwa sebelum ada pemerintah, yang pertama ada adalah adat. Kemudian setelah adat adalah gereja, dan setelah gereja dan adat baru ada pemerintah,” ungkap Yulianus.

Atas dasar itu, lanjutnya, Bupati menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Masyarakat Adat Mamta-Tabi III dan Konferensi Pemuda Mamta-Tabi I.

“Kami sebagai panitia mengapresiasi apa yang disampaikan dan dilakukan oleh Bapak Bupati. Ini sesuatu yang luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Dengan perubahan jadwal tersebut, Yulianus mengatakan panitia dan seluruh peserta akan mempersiapkan diri untuk mengikuti konferensi pada 24–26 September 2026 di Suni Hotel Sentani.

Di akhir keterangannya, ia menyampaikan harapan agar Bupati Jayapura senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas memimpin Kabupaten Jayapura.

“Kiranya Tuhan memberikan umur yang panjang, memberikan hikmat dan marifat kepada Bapak Bupati untuk memimpin Kabupaten Jayapura dengan penuh kebijaksanaan,” tutupnya. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar