SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Seorang jurnalis media Jubi Papua, Silpester Kasipka, mengaku mengalami tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh anggota kepolisian saat melakukan peliputan pembubaran aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di kawasan Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Senin (3/8).
Insiden tersebut terjadi ketika Silpester sedang mendokumentasikan proses penangkapan salah seorang peserta aksi yang kemudian dibawa menggunakan kendaraan pengendali massa (Dalmas) milik kepolisian.
Silpester menjelaskan bahwa saat menjalankan tugas jurnalistik, dirinya telah mengenakan identitas resmi sebagai wartawan. Namun, ketika mengambil gambar di lokasi kejadian, seorang anggota polisi menghampirinya dan diduga memukul telepon genggam yang digunakan untuk merekam peristiwa tersebut.
Akibat kejadian itu, telepon genggam milik Silpester mengalami kerusakan berupa retakan pada bagian layar.
"Saya sedang melaksanakan tugas peliputan dan mengambil dokumentasi di lokasi. Tiba-tiba handphone yang saya gunakan dipukul hingga layarnya mengalami kerusakan," ujar Silpester.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk penghalangan terhadap aktivitas jurnalistik. Ia menegaskan bahwa wartawan memiliki tugas memberikan informasi kepada masyarakat, sementara aparat kepolisian bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga kedua profesi seharusnya saling menghormati dalam menjalankan fungsi masing-masing.
Silpester berharap jajaran Polsek Sentani Kota maupun Polres Jayapura memberikan perhatian terhadap peristiwa tersebut, termasuk melakukan evaluasi dan pembinaan kepada anggotanya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan pers sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga wartawan dapat bekerja secara profesional tanpa adanya intimidasi maupun tindakan yang menghambat proses peliputan.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Polres Jayapura belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk memperoleh penjelasan, termasuk mengenai identitas anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam insiden itu. (DanTop)
0 Komentar