JAYAPURA,PAPUA | Suaracyclops.com — Festival Kopi Papua ke-9 Tahun 2026 mencatat sejumlah capaian positif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bagi masyarakat untuk menikmati kopi Papua, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk lokal ke tingkat nasional hingga internasional.
Berdasarkan keterangan Bank Indonesia Provinsi Papua, total omzet transaksi UMKM selama Festival Kopi Papua 2026 mencapai Rp1.126.558.000. Sementara itu, transaksi menggunakan QRIS tercatat sebesar Rp706.734.000.
Festival yang berlangsung dengan melibatkan berbagai pelaku usaha tersebut juga menarik perhatian masyarakat. Jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 14.000 orang.
Selain transaksi langsung, kegiatan business matching turut memberikan peluang kerja sama bagi pelaku usaha. Nilai business matching selama festival mencapai Rp2.455.000.000.
Sebanyak 60 UMKM ikut berpartisipasi dalam festival. Mereka berasal dari berbagai sektor, terutama kopi, makanan dan minuman (food and beverage/F&B), serta kerajinan dan fesyen.
Kopi Papua Diperkenalkan ke Pasar Internasional
Upaya memperkenalkan kopi Papua tidak berhenti di tingkat lokal dan nasional. Dalam rangkaian pengembangan dan promosi kopi Papua, promosi internasional juga dilakukan melalui tiga kegiatan kopi dunia, yakni World of Coffee San Diego, Amsterdam Coffee Festival, dan World of Coffee Bangkok.
Kehadiran kopi Papua dalam berbagai kegiatan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kopi Papua kepada pasar yang lebih luas.
Festival Kopi Papua 2026 juga menghadirkan Coffee Experience Papua Origin Village. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat melihat dan mengenal perjalanan kopi Papua dari hulu hingga hilir.
Pengunjung diperkenalkan pada proses dan perjalanan kopi, mulai dari hasil perkebunan hingga menjadi produk yang siap disajikan dan dinikmati.
Pengembangan Kopi Papua Berlanjut
Berakhirnya Festival Kopi Papua ke-9 Tahun 2026 bukan berarti berakhirnya upaya untuk mengembangkan kopi Papua.
Bank Indonesia Provinsi Papua menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis untuk menjaga keberlanjutan ekosistem kopi Papua.
Dukungan tersebut mencakup pengembangan UMKM, peningkatan kemampuan pelaku usaha, perluasan penggunaan transaksi digital, akses pembiayaan, serta promosi kopi Papua agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Berbagai kerja sama dan jaringan yang terbentuk selama festival diharapkan dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.
Dengan demikian, Festival Kopi Papua tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga diharapkan menjadi salah satu pintu untuk memperkuat usaha para pelaku UMKM sekaligus meningkatkan daya saing kopi Papua.
Ke depan, kopi Papua diharapkan semakin dikenal masyarakat Indonesia dan mampu bersaing di pasar global. (DanTop)
0 Komentar