Bank Indonesia dan TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026, Layani Lima Pulau Terluar di Papua

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut resmi melepas keberangkatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2026, Senin, 4/8/2026 (Foto; Doc Humas)



JAYAPURA,PAPUA | Suaracyclops.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi melepas keberangkatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2026, Senin (4/8). Kegiatan ini bertujuan memastikan masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) tetap memperoleh layanan penukaran uang Rupiah yang layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan negara.

Pelepasan tim ekspedisi dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua, jajaran TNI AL, instansi vertikal, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, mengatakan Bank Indonesia memiliki amanat berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi yang layak edar.

Menurutnya, Rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol identitas bangsa sekaligus lambang kedaulatan negara yang harus hadir hingga ke wilayah paling terpencil.

Warsono menjelaskan, penyaluran uang Rupiah ke seluruh pelosok Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Selain kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan dengan keterbatasan akses transportasi, faktor iklim tropis yang lembap juga membuat uang lebih cepat rusak. Di wilayah perbatasan, masih terdapat potensi penggunaan mata uang asing sehingga kehadiran Rupiah menjadi sangat penting untuk menjaga kedaulatan sistem pembayaran nasional.

"Karena itu, Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan TNI Angkatan Laut menjadi kunci agar layanan kas dapat menjangkau pulau-pulau yang sulit diakses," ujarnya.

Kerja sama Bank Indonesia dan TNI AL dalam program kas keliling wilayah 3T telah berlangsung sejak 2012. Selama periode 2012 hingga 2025, tercatat telah dilaksanakan 145 kegiatan kas keliling yang menjangkau 745 pulau di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tahun 2026, cakupan layanan kembali diperluas menjadi 23 kegiatan kas keliling di 20 provinsi dengan target 115 pulau 3T. Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026 merupakan pelaksanaan ke-16 dari target nasional tersebut, sekaligus menjadi penyelenggaraan kelima di Provinsi Papua sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2022.

Dalam sambutannya, Komandan Koarmada X Jayapura menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut mendukung penuh kegiatan ini melalui pengerahan KRI Matabongsang-873 beserta seluruh awak kapal. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi melalui distribusi uang Rupiah hingga ke pulau-pulau terluar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua menyampaikan bahwa kehadiran layanan kas keliling sangat penting mengingat masih banyak masyarakat di pulau-pulau berpenghuni di Papua yang mengandalkan transaksi tunai, terutama di wilayah Biak Numfor, Supiori, dan Kepulauan Yapen.

Ia menilai layanan ini sangat membantu masyarakat yang tinggal di pulau-pulau yang belum memiliki kantor perbankan sehingga tetap dapat memperoleh uang Rupiah yang layak edar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026 berlangsung pada 4–10 Agustus 2026 dengan menggunakan KRI Matabongsang-873. Tim akan melayani masyarakat di lima pulau, yakni Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Numfor, Pulau Bepondi, dan Pulau Yapen.

Di antara lima pulau tersebut, Pulau Bepondi memiliki nilai strategis karena merupakan salah satu pulau terluar Indonesia di Samudra Pasifik yang berbatasan secara maritim dengan Negara Palau. Kehadiran layanan Rupiah di wilayah tersebut menjadi simbol nyata kehadiran negara sekaligus penegasan kedaulatan Indonesia di kawasan perbatasan.

Ke depan, Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, serta berbagai mitra strategis akan terus memperkuat kolaborasi agar layanan kas dan ketersediaan Rupiah layak edar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar